Ku Merindui Dia

Kalutnya ku rasa pada saat ini.Rindunya aku pada dia.Pemimpin ulung yang berjiwa besar.Dia Mahathir yang terakhir.Mencari dia dalam timbunan kekalutan yang melanda negara kini bagai tiada aku berjumpa. Reba-reba rindu yang tersangkut di kakiku melambatkan perjalanan ke lembah cita. Masih ku ingat saat air mata nya tumpah membasah ke segenap daerah bertuah tanahairku. Saat dia membuang diri merajuk yang tak kan kembali-kembali. Mahathir yang terakhir ku lihat garis-garis usia terpahat pada wajah resah seorang doktor negara. Senyum terukir di bibir. Tangan merangkul amanah yang diserah pada bukan Mirzan; juga bukan Mukhriz mahu pun Marina..kerana dia Mahathir yang terakhir.Menghabisi ayat dari bicaranya yang manis memikat dunia..bagai tanpa sifat dia merungkai firasat penggantinya bukan semacam dia..Dia Mahathir manusia terakhir yang memahat namanya pada setiap hati nurani rakyat yang menangisi pemergiannya..Tiada lagi bisa yang mampu  membunuh musuh ..tiada lagi hikmat yang dapat  menambat hati dan menyembuh seluruh perasaan dengan kalimat-kalimat budi serta wacana  dalam merencana agenda nusa bangsa. Dia Mahathir yang terakhir...Dia pemimpin yang bukan selalu ada...

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Ku Kirim Rindu Di Angin Lalu

Mentari Merdeka

DENDAM TAK SUDAH