TRAUMA
Hanya Tuhan yang tahu betapa gentar dan gelepar aku saat musibah meludah ke wajah takdir dan mengintai dari jendela waktu lalu memusnahkan ruang kehidupan. Ini takdir Mu Tuhan tiada setitis pun jua airmata nya yang tumpah ke tanah naluri apakah dia yang kehilangan sakit pada luka berdarah jiwa apakah yang benar-benar gagah saat menerima dugaan kehilangan. mimpi-mimpi indah hari esok yang disulam dalam bendang bicara hancur musnah dipuput bayu celaka kini hatinya berkata-kata meneka jalan mana lagi yang akan dilalui jika destinasinya belum pasti. REJAL SAID . TSG, 2009.