TRAUMA

Hanya Tuhan yang tahu
betapa gentar dan gelepar aku
saat musibah meludah
ke wajah takdir
dan mengintai dari jendela waktu lalu
memusnahkan ruang kehidupan.

Ini takdir Mu Tuhan
tiada setitis pun jua airmata nya
yang tumpah ke tanah
naluri apakah dia
yang kehilangan sakit pada luka berdarah
jiwa apakah yang benar-benar gagah
saat menerima dugaan
kehilangan.

mimpi-mimpi indah hari esok
yang disulam dalam bendang bicara
hancur musnah dipuput bayu celaka
kini hatinya berkata-kata
meneka
jalan mana lagi yang akan dilalui
jika destinasinya
belum pasti.




REJAL SAID .
TSG, 2009.

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Ku Kirim Rindu Di Angin Lalu

Mentari Merdeka

DENDAM TAK SUDAH