HUJUNG WAKTU.


Tiada lagi koma (ku harap) 

di antara bait demi bait dalam hidupku

serta menghitung langkah-langkah lemah

sebelum bertemu noktah. 

Delapan tahun hanyalah sepicing mata

melihat derasnya arus sungai pendidikan

sedang aku masih lagi terbata-bata

menghafal makna rasa

dan ingin rasanya ku buka ikatan perahuku

namun aku masih gagap menghitung laju arusnya

yang menderu menenggelamkan

sarap-sarap dan kayu-kayu di permukaan. 

Ini perahu lama milikku 

ada sumbing di dinding 

ada usang melekang pada kayunya

justeru itu ia tidak mampu meluru

menongkah deru arus perubahan

lantaran hujan lebat di hulu

membawa segala gegak dan galau 

transformasi. 


ku tabur anak benih baharu 

nan terbit dari subur tanahairku

mereka harus dibaja dengan bahasa paling mulia

disiram dengan rasa cinta paling dalam

oleh guru 

selain aku. 


28 MEI 2024

BACHOK, KELANTAN

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Ku Kirim Rindu Di Angin Lalu

Mentari Merdeka

DENDAM TAK SUDAH